17 Nov
Assalamu’alaikum
yaa ukhtiy fillah, selamat pagi, semangat pagi. Saya sertakan pagi ini
dengan cerita nyata dari seorang sahabat, yang juga saudara kita semua.
Beliau mempunyai adik bernama Nur Annisa rahimahullah yang ceritanya
(semoga) dapat menginspirasi kita semua
* * *
Ini cerita
tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada
Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun,
perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku, banyak
teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku
sebagai seorang guru ngaji.
Untuk
mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun
selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara
mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras:
“Mama coba lihat deh, tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun
kelakuannya ngga beda beda ama kita kita, malah teman teman Ani yang
disekolah pake jilbab dibawa om om, sering jalan jalan, masih mending
Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan”, bila sudah
seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat
ibuku menangis , lirih terdengar doanya: “Ya Allah, kenalkan Ani dengan
hukum Engkau ya Allah “.
Pada satu
hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga
dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu
Khoiri, (bukan Effendy Khoiri lhoo) (entah nama aslinya siapa) aku kenal
dengannya waktu di masjid.
Setelah
beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu
Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan
tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya sama aku:
“Kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli ? “..hus
aku jawab sambil lalu” kalau kamu mau tau datangin aja langsung
kerumahnya”.
Eehhh tuuh,
anak benar benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah
tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang
biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi….entah apa
yang terjadi.?
Namun tidak
kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan
Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan panjang…aku sendiri
jadi bingung….aku tambah bingung campur syukur kepada Allah Subhanahu wa
ta’ala karena kulihat perubahan yang ajaib.. yah kubilang ajaib karena
dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau
teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan…kulihat
dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang
biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku …tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat nya…dan yang lebih menakjubkan lagi….bila teman ku datang dia menundukkan pandangan…Segala puji bagi Engkau ya Allah Subhanahu wa ta’ala jerit hatiku..
biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku …tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat nya…dan yang lebih menakjubkan lagi….bila teman ku datang dia menundukkan pandangan…Segala puji bagi Engkau ya Allah Subhanahu wa ta’ala jerit hatiku..
Tidak berapa
lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan
asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku
sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di
Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah Subhanahu
wa ta’ala agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha,
ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat
kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku
langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku
bilang sama aku: “Dhi,adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir
hidupnya “..Tak dapat kutahan air mata ini…
Setelah
selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan
kulihat Diary diatas mejanya..diary yang selalu dia tulis, Diary tempat
dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah
adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar…hingga
tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang
selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru
pulang dari rumah Abu Khoiri…disitu kulihat tanya jawab antara adikku
dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :
Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ):
Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.
Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.
Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.
Istri
tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah
Subhanahu wa ta’ala dan bila Allah Subhanahu wa ta’ala berkehendak,
siapakah yang bisa menolaknya.
Annisa :
Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku
selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab
asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab
namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku
nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?
Istri
tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala
menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga
ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan
mahrom kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah
Subhanahu wa ta’ala diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.
Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.
Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.
Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?
Istri
Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu
dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari
berghibah (ghosib) dan kesia siaan, usahakan selalu berdzikir kepada
Allah Subhanahu wa ta’ala. Hijab telinga kamu dari mendengar perkara
yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab
hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan
kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah
menuju maksiat.
Hijab
pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai
nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah Subhanahu wa
ta’ala, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari
hati kamu, itulah hakekat jilbab.
Annisa : Ibu
aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai
jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.
Istri
tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan
rahmat yang datang dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang Maha Pemberi
Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan
diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai
kesempurnaan yang diinginkan Allah Subhanahu wa ta’ala.
Duhai Anisa,
ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari
kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh
manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu
padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada
rumput maupun tumbuhan.
Ketika tujuh
matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita.
Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya,
anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama
lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih
berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini.
Ketika
manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya
memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat
karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan
rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada
yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang
berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya
menangis, menangis karena hari itu Allah Subhanahu wa ta’ala murka,
belum pernah Allah Subhanahu wa ta’ala murka sebelum dan sesudah hari
itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah Subhanahu wa ta’ala
dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar
itulah hari Yaumul Hisab.
Duhai
Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan
apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang
Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah Subhanhu wa ta’ala.
Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!!
Sampai
disini aku baca diarynya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan
airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar
berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil di
bawahnya: buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki
selain mahromnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang
dapat mengundang murka Allah Subhanahu wa ta’ala, wanita yang tidak
pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa
dan sia sia tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.
Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah Subhanhu wa ta’ala menerima Adikku disisinya, Amin , Subhanallah.
Diambil dari group facebook : Ukhti !! selamatkan dirimu wahai saudariku !!! dari Syiah !!!
